KEMATIAN LABI

semusim yang lalu
kelinci-kelinci masih riang
bermain dengan gundukan
bercerita tentang kelaparan

di sela belukar
matahari masih bersembunyi
dari cela anak-anak waktu,
menanti tafsir beliung

sembahyang peradaban
memberondong kekalahan
entah di mana riang kupu-kupu
saat pelita-pelita mulai redup
dan minyak telah mulai surut

seteru istana pasir anyir
menjabat padang di lorong-lorong
menimba buih pada kubang beka
menusukkan padi-padi kerontang
di wajah-wajah bumi yang kusam

keakuan telah menepi
dalam sempit sela rumbai
menghasut udara jadi api
hadirkan kematian bagi labi

30 Juni 2003