oase gurun

Duh Gusti!
Betapa rindu hati ini pada Cahaya
Namun jalan begitu liku berbatu
Sedang hamba hanya hati tak tentu
Jangan Engkau kikir lalu pasi

Duh Gusti!
Tengoklah gurun-gurun mencurah oase
Sebab sembahyang ini bukanlah perzinahan
Hanya sebuah curahan cinta pada fitrah
Mengalun bersama semilir angin merekah

25 Juni 2003
[a reply poem to BIDADARI DAN AKU from tattva]