drama penantian di senja buta,
hingga remang-remang fajar tak memberi
sedikitpun kematian bagi malam.
Siapa yang telah membuka
babak baru pertaruhan waktu,
hingga detik-detik keajaiban
terasingkan di keramaian jalan.
Adakah mata yang menatap nanar
hingga ujung nyawa menampar udara
dan ragu tak lagi mencibir, sedang
ujung jalan masih meruncing.
3 Juli 2003
[a reply poem to Ki Dyoti's and LELAKI TUA BICARA PADA SENJA by Indah IP]

