merunut jejak-jejak tertinggal di ruang-ruang asing yang belum pernah kusinggahi dalam perjalanan kelana di samudra malam hingga sepi menjadi tuan tak bernama sepanjang laluan mimpi entah kapan membahana segala ketakutan macan macan kertas tak bertubuh loreng hanya makian berkepanjangan jadi santapan tiap hari siang malam sore petang mencaci maki pelangi menghalau malam hingga tak datang berilah waktu kesempatan menjamu sejuknya rasa terpendam diantara terangnya matahari hingga terlelap dalam tidur panjang agar esok pagi sanggup membuka tirai matahari di sepanjang horison katulistiwa dan tak lagi murung memikirkan berapa suhu udara yang akan dia pancarkan esok siang
24 Juni 2003
[
as written at Khazanah Melayu]