ketika ruang-ruang materi ditanya
mengapa mereka tercipta begitu rupa
hingga ada lapuk, usang dan kematian
bumi hanya menjawab dengan putaran
satu hari, satu hari lagi, demikian
hingga roda-roda waktu dibalikkan
dari Telapak Tangan-Nya
sedang asteroid-asteroid jura
tetap menghunjam di tubuh sang bumi
memekikkan mars-mars kebebasan
"kami datang memberikan cinta
agar esok tak ada lagi nama-nama asing"
bumi pun bersorak mengirim berton gleytser
ke kulit-kulit batu api di tubuhnya
menyaksikan sebentuk manusia dengan pujiannya
"tubuh agungmu hanyalah sebiji mata kami,
namun deburan lautmu adalah cinta tak bertepi"
2
seorang anak memeluk ibunya yang sedang lelap
lalu bertanya, "ibu, mengapa aku tak bisa tidur?"
hingga peri-peri kecil di sekelilingnya pun terpesona
"cinta telah terbang ke alam mimpi, sayang
dan rindu hanya untukmu selalu, di tiap waktu"
malang, 17 juli 2003
[ a comment 4 "AH KAU KETERLALUAN" by Mega Everistianawati ]

