Tuliskanlah keraguan, dan biarkan semua huruf terbaca di dinding ruang-ruang kelas tingkat pertama. Kelak dia akan merangkak ke tanah lapang untuk menyanyikan lagu-lagu cinta negeri kita. Engkau tahu, begitu pula aku. Senandung itu kian teralun merdu saat burung-burung rajawali telah meninggalkan sarangnya menuju atap-atap gedung pencakar langit yang mengasingkan tinta emas sang pena.
Sejarah yang engkau kisahkan hanyalah pelipur lara untuk putri kesunyian, sedang engkaulah satu-satunya pakaian hangat di bekunya panggung sempit ini. Maka terbanglah bersamaku. Mari eja zodiak demi zodiak yang telah terlepas dari rangkaian abadinya, dan kita rimakan kidung para peri Olympus hingga mengumpulkan para cupid di satu horison waktu. Sebab kita memang satu.
4 Agustus 2003

