layang layang terbawa angin, menjadi ragu
namun itulah keindahan yang rupawan
bukan remang bukan pula kematian
hanya harapan yang mewarnai langit
dimanakah kini sang pahlawan
adakah dia bersemayam di ruang-ruang gelap
ataukah tubuhnya telah tenggelam
dalam pelukan ibu
ah rupanya, dia hanya tak tahu
dimana diri berada kini dan esok
hingga nama sendiri pun terlupakan
tapi sungguh, itu adalah kemuliaan
meski kubur haruslah nisan bernama
agar saudara tak lagi membusur tanya
saat menziarah singgasana kebadian
20 juni 2003
[a reply poem to JADAH by adhiwarsono]

