yang berpijak di tepi-tepi malam
dia tak mau menjalankan roda-roda waktu
agar pagi cepat datang
bercengkerama dengan gelap
berharap dingin jadi daging santap
tertawa gurau tiap petang menjelang,
coba menahan alur-alur matahari
di matanya hanya bulan
yang patut diterjemahkan
dalam filosofi-filosofi penantian
sedang bumi hanya sebatas
penyangga-penyangga makrifat
yang terbuang
orang lupa dengan biduk,
hanya terdengar suara-suara bidadari
menguntai permata-permata
memuji eksistensi yang merambah
metafor-metafora kejadian,
membelalakkan mata
tapi hanya untuk
sebuah pancaran energi
di lubang-lubang kematian
juni 03

