lebih mulia dibanding perut-perut membusuk
yang telah kau jejali kayu-kayu lapuk
menyesakkan drum-drum oli di dasarnya
menggulung tanah-tanah bertuah
menjelma sebentuk tulang-tulang
bertebaran diantara belukar
kuncup-kuncup di sungai kumuh
menyesakkan seribu mimpi yang tak mampu
terlahirkan dalam cinta yang tersenandung
lumpuh, tapi itupun hanyalah suatu kesalahan
sebab katak-katak mencoba berlompatan
menyeberang luasan-luasan sungai
dengan sampan yang dibebankan
pada pungung-punggung kuncup teratai
tenggelam, namun tak keluarkan sebutir pun
darah ketakutan pada mata, hanya air mata
menjadi saksi rasa sakit yang terbebankan
oleh zaman yang makin membuatnya terpuruk
dan mengalami metamorfosis abadi di pelukan
menjadi dunia yang tersisihkan
20 Juni 2003
[atas request dinesea/gusdin]

